Saat Keadilan Direcehkan

13 Desember 2009 pukul 15:44 | Ditulis dalam berita, catatan, informasi, koin untuk prita, pernak - pernik, prita | 6 Komentar
RS Omni menang perdata atas Prita Rp 204 juta. Rakyat mengejeknya dengan uang receh.

Aksi pengumpulan uang receh ini digerakkan para blogger setelah Prita dikalahkan Omni di tingkat banding di Pengadilan Tinggi Banten. Gagasan ini mulai didiskusikan di mailing list (milis) Sehat Group pada Kamis dua pekan lalu. Isinya ajakan mengumpul koin untuk Prita. Tujuannya menyindir dunia peradilan, sekaligus membantu Prita.

Aksi ini bergulir cepat. Sejumlah posko Koin Peduli Prita pun berdiri di Jakarta dan beberapa kota lainnya. “Posko dari komunitas kami saja ada 10 posko. Belum lagi yang di luar komunitas kami,” kata Esti, koordinator Posko Koin Peduli Prita , Sabtu 5 Desember 2009. Posko itu berada di Komplek PWR, Jalan Taman Margasatwa, Jatipadang, Jakarta Selatan. Mereka adalah komunitas ibu rumah tangga. “Kami hanya kumpulan para orang tua saja. Kami tahulah, Mbak Prita itu ibu rumah tangga dan masih menyusui,” ujar Esti.

Jika dijumlahkan dengan Posko Peduli Prita yang didirikan komunitas blogger, maka totalnya ada 15 Posko Koin Peduli Prita.

Simpati mengalir kencang. Banyak orang menyumbangkan koinnya. Tak hanya orang dewasa, aksi solidaritas ini juga mengalir hingga ke para bocah. Contohnya, seorang anak berusia tujuh tahun menenteng celengannya yang penuh koin dan menyerahkannya ke Posko Langsat, Jakarta Selatan, pada Rabu 9 Desember 2009.

Di Posko Langsat ini pula datang bocah perempuan kelas 2 SD Gunung 3 Pagi, Jakarta Selatan. Rere, panggilan si dara kecil ini, menyerahkan koin terbungkus serbet dapur. “Ini uang kembalian belanja di rumah,” kata Rere.

Dari Surabaya dilaporkan, 3.500 siswa Yayasan Khodijah mulai dari TK hingga SMA, memecahkan celengannya bersama-sama pada Kamis 10 Desember 2009. Koinnya dimasukkan ke kotak besar bertuliskan “Koin untuk Prita”. Satu siswa berjilbab putih sambil membawa sepucuk kertas membaca puisi.

“Hari terus berjalan/ langkah tertatih menahan kepedihan/ Amarah yang berawal menjadi kebenaran/ terus menghujat tanpa perikemanusiaan/ Sabarlah Ibu Prita deritamu pasti akan sirna/ berjuta mendukung dengan doa”.
“Kami ingin membantu Bu Prita. Semoga pengadilan bisa menegakkan keadilan di Indonesia,” kata Adelia, siswi kelas VIB SD Khodijah Surabaya.

Pengumpulan koin ini akan ditutup pada 14 Desember 2009. Direncanakan segunung koin ini akan diserahkan pada Prita pada 17 Desember 2009. “Seluruh koin akan dihitung, semuanya kita serahkan kepada Prita,” kata Yusro M Santoso di posko pengumpulan koin, Jalan Langsat, Jakarta, Jumat 10 Desember 2009.

Dia bilang, penghitungan koin disaksikan seluruh komunitas. Misalnya blogger, kaskuser, komunitas ahli hukum dan notaris. Sejauh ini, Yusro mengaku belum tahu jumlah koin itu. “Belum dihitung,” kata Yusro. Di posko ini, tampak koin untuk Prita dikemas dalam 10 karung, 10 kotak berbagai ukuran. Ada juga enam celengan, belasan toples, dan puluhan plastik.

***

Barangkali karena gerah direcehkan oleh masyarakat sekujur negeri, RS Omni menawarkan perdamaian kepada Prita. Pihak rumah sakit itu merasakan tekanan yang besar secara sosial. “Kami tidak ingin memperpanjang masalah ini,” kata Direktur Omni Internasional, dr Bina Ratna.

Selain itu, dr Bina juga menyatakan mencabut gugatan perdata dan menghapus kewajiban membayar ganti rugi Rp 204 juta yang telah diputus Pengadilan Tinggi Banten. “Sedangkan untuk kasus pidana, pada prinsipnya kami menghargai proses hukum,” katanya. Dia berharap upaya yang dilakukan pihaknya menjadi pertimbangan majelis hakim.

Tawaran damai ini justru mengundang kecurigaan. OC Kaligis, kuasa hukum Prita, menilai Omni sedang menyusun strategi licik. Soalnya, Omni tak menghentikan perkara pidana. “Strateginya adalah agar simpati masyarakat berhenti, dan Prita masuk penjara.”

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. wah bagus artikelnya

  2. Emank keadilan di negeri ini udah ga ada nilainya…Moga di tahun 2010, ga akan terjadi lagi kasus-kasus seperti ini….

  3. gag bisa bayangin brapa brat tuh Koin waktu diserahin ke pengadilan ????betah ngitung gag ya pengadilan ????hehehehehehe,….Maju Terus Buat Ibu Prita !!!!

  4. Hi,I like your article and all the great tips that are mentioned on it, it has really helped out. Thanks for share the information.I hope you can visit my blog and give me suggestion.Thanks again.

  5. Huff panjang amat tulisane.. tapi mantep dah… btw ntar tuh duwit dikemanain ya..? semoga dibagi2kan dengan anak kost seperti sayah nyang butuh suntikan dana buwat beli pulsa hehehe

  6. keadilan akhirnya ditegakkan karena uang receh..
    semoga Tuhan menghukum pemimpin yang culas, yang tidak adil…
    salam kenal Om.. nice blog..

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: