Gadis Penggantimu

20 Februari 2010 pukul 16:57 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

by Leoni Margaretha

Hhh, bete! Itulah yang beberapa hari ini aku rasakan. Semenjak Nala meninggalkanku, untuk menikah dengan seorang pengusaha kaya, aku merasa hidupku jadi monoton dan membosankan.

baca Lanjutan cerita:

Bayangkan saja, biasanya setiap hari aku selalu bertandang ke rumahnya, melihat senyum manisnya, tatapan lembutnya, memeluk pinggang rampingnya, mencium bibirnya yang merekah indah, merabai tubuhnya… aahhh aku kecanduan pada Nala, kecanduan yang parah. Hingga aku tak peduli siapa Nala? Tak peduli pekerjaannya yang sebagai stripper di sebuah tempat hiburan malam terelite, yang mempertemukannya dengan si pengusaha kaya…

Kuhela nafasku panjang seraya melangkah gontai menelusuri koridor sebuah swalayan. Ahhh, andai saja Nala menemaniku, pasti sedap rasanya… Nala, kau sudah membuatku gila!
Aku menghentikan langkahku saat melihat seorang gadis manis berambut lurus panjang sepinggang, gadis itu mengingatkanku pada Nala. Mulai dari cara berpakaian, dan gerak-geriknya mirip sekali dengan Nala. Wah! Apa yang harus aku lakukan?!?

Sungguh gadis itu terlihat sangat sexy, terbalut tank-top warna merah, yang menonjolkan bagian dadanya yang indah, dan celana jeans mini warna putih, yang menunjukkan kaki panjangnya yang putih mulus. Dadaku berdesir menatapnya, aku kagum! Merasa kuperhatikan gadis itu pun menoleh, lalu tersenyum. Alamaakkk!!! Ternyata senyumnya lebih dahsyat dari Nala, giginya rapih dan putih. Jangan-jangan dia artis atau model?!? pikirku. Waaaahhh, sepertinya ini sasaran yang tepat!

Dengan penuh semangat aku pun mendekatinya.

“Hai.” sapaku. Gadis itu kembali tersenyum,

“Hai,” balasnya.

“Sendirian, Neng?”

“Iya,”

“Boleh abang temani?” tanyaku penuh harap. Gadis itu mengangguk, wow, ini luar biasa, sekejab saja bayangan Nala lenyap dari pikiranku.

“Boleh, Bang…,” Aduuuhhh, hatiku semakin berharap yang bukan-bukan.

“Kalo boleh tahu nih, nama Eneng siapa?” tanyaku.

“Sandra, Bang, kalo Abang?”

“Niko,” jawabku.

Bermula dari perkenalan itu, akupun akhirnya dekat dengan Sandra. Sampai pada suatu malam, Sandra memintaku untuk menginap di rumahnya… bisa dibayangkan bagaimana perasaanku?!? Jelas dag dig dug! Sudah sebulan sejak Nala pergi, aku tak pernah melakukannya lagi, hehehe… Malam ini akan menjadi malam yang indah untukku.

Sandra menggandeng tanganku masuk ke kamarnya, lalu berbisik lembut di telingaku,

“Tunggu ya, Bang, aku mau ke kamar mandi dulu,” Jantungku makin berdesir, saat nafasnya menyentuh daun telingaku. Lalu kuanggukkan kepalaku.

Saat menunggu Sandra, aku mencari sebuah majalah yang mungkin terletak di laci meja kecil samping tempat tidur, tapi ternyata tak ada majalah di sana, yang ada hanyalah sebuah dompet pria berwarna hitam. Terus terang saja aku tergoda untuk membukanya, bukan apa-apa, aku hanya penasaran saja. Mumpung Sandra masih di kamar mandi, akupun meraih dompet itu, dan membukanya…

Aku mengambil sebuah kartu identitas, aku membacanya,

“Alexander??? Sudah menikah???” sontak aku terkejut. Jangan-jangan ini suami Sandra,

“Mati aku!” aku segera beranjak dan bersiap untuk pergi, namun Sandra keburu muncul dengan mengenakan lingerie yang super sexy dan transparan, membuat dadaku kembali berdesir.
Aaaahhhh!!! Persetan amat istri orang! pikirku lalu kupeluk Sandra dengan penuh nafsu.
Kutelusuri tiap jengkal tubuh mulusnya. Oh, nikmatnya dunia… namun entah kenapa dadaku masih terasa sesak ketika mengingat Sandra adalah istri orang??? Seburuk-buruknya aku, sebejad-bejadnya aku, aku belum pernah meniduri istri orang?!? Aku menghentikan aksiku sebelum kami melangkah lebih jauh.

“Kenapa berhenti, Bang?” tanya Sandra.

“Hm… ada yang mau aku tanyain,” kataku, “Siapa Alexander?” Kulihat Sandra terkejut.

“Siapa dia, San? Suamimu ya?” Sandra menggeleng.

“Lalu kalo bukan suamimu, siapa? Dompetnya kamu simpan di laci?!? Jangan-jangan kamu simpanannya ya?” tanyaku lagi dengan penuh curiga.

“Bukan, Bang, sudahlah Bang, jangan terlalu dipikirin,” jawabnya. Bagaimana mungkin aku tidak memikirkannya? Bagaimana kalo semua dugaanku benar, trus setelah dari sini, aku dicegat oleh Alexander, lalu memukulku sampai boyok, atau malah membunuhku! Aku bergidik membayangkannya. Tapi.. jangan-jangan itu memang bukan dompet suami atau pria simpanan Sandra! Jangan-jangan Sandra adalah tukang copet?!? Pikirku tak percaya. God!!! Kenapa nasibku seperti ini, setelah pacaran dengan stripper, sekarang malah pacaran dengan copet! Sial!!!

“Bang…,” Sandra menggenggam tanganku.

“Aku nggak nyangka kalo kamu pencopet, San,” kataku. Sandra makin terkejut, lalu tertawa.

“Aku bukan pencopet, Bang…,”

“Lha klo bukan pencopet, kenapa dompet orang lain bisa kamu bawa???”

“Siapa bilang itu dompet orang lain, itu dompetku kok, Alexander itu namaku saat masih menjadi suami orang, Bang, jauh sebelum aku operasi alat kelamin…” katanya. Apa?!? Aku langsung bergegas mengenakan pakaianku kembali lalu kabuuuur!!!

“Bang, sekarang aku udah jadi wanita tulen kok!!! Jangan pergi, Bang!” teriak Sandra memanggilku. Namun aku tak peduli. Aku terus berlari, dan berlari… satu yang ingin aku lakukan ketika sampai di rumah nanti… MANDI KEMBANG TUJUH KALI!

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: