5 Cara agar Dokter Lebih “Care” kepada Anda

22 Februari 2010 pukul 07:30 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar
Anda pasti pernah mengeluhkan acara kunjungan ke dokter, biasanya ke dokter kandungan atau dokter anak. Antrean panjang pasien membuat konsultasi Anda tidak maksimal. Anda merasa sekadar menjadi pasien nomor sekian, bukan pribadi yang berhak mendapatkan perhatian total dari sang dokter.

Hal ini dapat dimengerti. Menurut dr Wendy S Harpham, MD, FACP, dokter pengobatan internal yang juga penulis buku Only 10 Seconds to Care, seorang dokter rata-rata menghabiskan 19 menit untuk berkonsultasi dengan seorang pasien. Dalam waktu sesingkat itu, bisakah Anda membuat dokter memperlakukan Anda sebagai pasien VIP?

Sebagai dokter yang juga mantan penderita kanker, dr Harpham ingin berbagi lima langkah mudah yang bisa dilakukan setiap orang untuk membuat dokter lebih peduli pada dirinya.

1. Buat diri Anda unik
Dengan antrean pasien yang begitu panjang, bagaimana ya, cara agar Anda cukup menarik perhatian tanpa terlihat norak? Anda bisa menyampaikan cerita menarik mengenai kondisi Anda atau menunjukkan hal yang membedakan Anda dari pasien lainnya. Saat giliran Anda berkonsultasi, bawalah—misalnya—jurnal untuk mencatat semua hasil konsultasi Anda dengan dokter. Dokter akan menganggap Anda pasien yang cerdas dan peduli dengan kesehatan Anda sendiri. Di pihak lain, Anda pun akan memahami semua kondisi Anda dengan baik.

2. Kaitkan tujuan kesehatan Anda dengan tujuan hidup Anda
Sampaikan kepada dokter mengapa Anda ingin dan merasa perlu tetap sehat. Anda tak perlu mengatakan bahwa Anda bermimpi menjadi Indonesian Idol atau menjadi wanita Indonesia pertama yang berhasil menjadi pebalap F1 dan sebagainya. Anda bisa mengunjungi dokter dengan menyampaikan sebuah misi sederhana, “Saya ingin tetap sehat supaya saya bisa bekerja lebih maksimal” atau “Agar saya bisa mengasuh anak-anak saya dengan baik”. Hal ini akan membuat dokter Anda menawarkan jalan keluar tambahan yang spesifik untuk membantu Anda mencapai tujuan tersebut.

3. Tunjukkan kepedulian Anda kepada dokter
Bukan, Anda bukan disarankan untuk bertanya-tanya tentang keadaan keluarganya. Peduli artinya Anda datang tepat waktu sesuai janji atau dengan menelepon untuk menjadwal ulang bila Anda berhalangan. Jangan lupa membawa catatan medis Anda, bahkan bila Anda sudah berpindah ke dokter lain agar dokter tahu bagaimana riwayat Anda. Hargai juga prosedur di tempat praktik dokter. Tak usah main selonong karena menganggap Anda sudah akrab dengan dokter.

4. Lakukan tanggung jawab Anda
Jika Anda tidak mematuhi perintah dokter—misalnya mengubah pola makan Anda, mengonsumsi obat yang sudah diresepkan, atau permintaan lainnya—berarti Anda menghalangi usahanya untuk menolong Anda. Jika Anda tidak setuju dengan rekomendasi dokter atau jika masalah Anda berkembang, sampaikan hal tersebut kepada dokter. Bekerja samalah dengan dokter untuk menemukan rencana tindakan yang disepakati bersama.

5. Tunjukkan rasa terima kasih Anda
Dalam setiap hubungan, rasa syukur dapat merekatkan orang satu sama lain. Sampaikan kepada dokter bahwa Anda sangat menghargai waktu, tenaga, dan keahlian mereka karena banyak juga dokter yang merasa bahagia bisa membantu pasiennya. Jangan sekadar mengatakan, “Makasih ya, Dok!” sambil lalu. Kirimkan kartu ucapan terima kasih, terutama jika dokter telah membantu Anda melewati masa sulit, entah karena penyakit Anda atau karena keberhasilan Anda hamil dan melahirkan bayi dengan sehat.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: