Harimau Sumatera Akan Dilepaskan Lagi di Hutan Tambling

26 Februari 2010 pukul 12:41 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pelepasliaran harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) akan kembali dilakukan di kawasan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC). Hutan konservasi yang terletak di Lampung bagian timur ini merupakan salah satu bagian dari hutan alam yang masih asli.

“Kami berencana melakukan pelepasliaran harimau dengan persiapan akhir pada 21 Januari 2010 dan dilepasliarkan pada 22 Januari 2010,” kata Peggy Melati Sukma, juru bicara Artha Graha Peduli, dalam e-mail yang dikirim kepada Kompas.com, Rabu (13/1/2010). Saat ini, pengelolaan TWNC memang didukung lembaga sosial di bawah Artha Graha Group bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan.

Harimau-harimau yang dilepaskan di TWNC berasal dari Aceh dan Jambi. Ada enam harimau yang telah ditangkap di daerah konflik dengan penduduk di kedua daerah untuk dipindahkan ke habitat yang lebih sesuai. Dua ekor di antaranya, diberi nama Pangeran dan Agam, telah dilepaskan ke Hutan Tambling pada Juli 2008. Empat harimau lainnya, yang diberi nama Buyung, Panti, Ucok, dan Salma, akan dilepaskan menyusul pada waktu yang tepat.

TWNC menyediakan sarana untuk melatih harimau, termasuk enclosure field seluas 2,5 hektar, agar harimau tersebut tetap memiliki insting alami untuk dipastikan bertahan mandiri di hutan. Tim Taman Safari Idnonesia juga dilibatkan untuk memantau kesehatan harimau-harimau tersebut.

Tidak hanya harimau, kawasan TNWC seluas 45.000 hektar, yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, juga menyimpan spesies langka lain dan pemandangan yang alami. Hutan yang ada di kawasan tersebut dikategorikan sebagai hutan hujan tropika dataran rendah yang terdiri dari hutan pantai, hutan mangrove, dan rawa gambut. Sebagai besar kawasan itu merupakan zona inti dan cagar alam yang dijaga kelestariannya.

Hutan primer dan sekundernya menjadi habitat sekitar 50 jenis burung dari 11 familia. Sementara hutan mangrovenya menjadi tempat hidup tak kurang dari 41 spesies burung. Kawasan ini juga menjadi lokasi yang mendukung untuk populasi mamalia. Bagian pantainya merupakan tempat hidup penyu hijau, penyu belimbing, dan penyu sisik.

<!–/ halaman berikutnya–>

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: