Normalkah Kebiasaan Suami Menonton Porno?

26 Februari 2010 pukul 05:16 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar
Dibandingkan dengan wanita, pria lebih terbuka soal pornografi. Namun, bila sudah ketagihan, kegemaran tersebut bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga. Konsultan seks On Clinic, dr. Bambang Soekamto melihat manfaat pornografi sebagai variasi agar seks tidak monoton. Namun, tentunya pornografi yang dimaksud yang sifatnya manusiawi.

Menurut dr. Bambang Soekamto, pornografi tak akan mengancam keharmonisan rumah tangga kalau komunikasi antara suami dan istri berjalan dengan baik. Masing-masing pihak bisa saling terbuka soal kekurangan dan kelebihan, serta apa yang mereka inginkan dan yang tak diinginkan, termasuk dalam hal seks. Namun, pornografi akan menjadi masalah jika dikonsumsi berlebihan dan dijadikan obsesi, apalagi jika suami sudah mulai membandingkan bintang porno dengan sang istri. Lalu, masih normalkah kegemaran si dia akan hal pornografi itu? Berikut adalah penggolongan sederhana yang bisa Anda jadikan tolok ukur:

Normal
Jika suami masih bisa mengendalikan diri untuk tidak selalu menuruti nafsu birahi saat melihat materi pornografi. Ia terangsang ketika indranya menangkap sesuatu yang erotis, tapi tidak diikuti dengan tindakan negatif.

Ketagihan
Bila pornografi sudah dijadikan alat pembangkit hasrat biologis sang suami. Lalu hasrat tersebut disalurkan lewat cara-cara terbatas, seperti masturbasi atau berhubungan seks dengan Anda. Hati-hati dengan kemungkinan suami Anda keranjingan. Sarankan padanya untuk mengalihkan perhatiannya pada fantasi seks dengan melakukan kegiatan lain dan tanamkan dalam benaknya bahwa Anda adalah satu-satunya wanita yang mengerti hasrat seksualnya.

Kelainan dan Penyimpangan
Kalau pornografi sudah menjadi gaya hidupnya. Pembicaraan dan tingkah lakunya selalu mengarah ke urusan seks. Ia juga melakukan segala cara, termasuk cara yang tidak lazim atau sadis, untuk menuntaskan nafsu birahinya. Sebaliknya, saat suami tidak terangsang sama sekali melihat pornografi, Anda perlu waswas. Artinya, gairah seksualnya tidak normal. Penyebabnya bisa karena pengalaman seks yang menyakitkan atau menderita penyakit tertentu. Jalan keluarnya adalah dengan berkonsultasi ke seksolog, psikolog, atau psikiater.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: