Penangkaran Rusa sebagai Tujuan Wisata

26 Februari 2010 pukul 12:18 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

PANDEGLANG, Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) dengan PT CAS Waterpark (CW) melakukan kerja sama penangkaran rusa yang berlokasi di kawasan wisata Cikole, Kabupaten Pandeglang.

Nota kesapahaman kerja sama itu ditandatangani oleh Kepala BTNUK Agus Priambudi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pandeglang Taufik Hidayat, dan Direktur PT CW Mulyadi, Selasa (19/1/2010).

Seusai penandatanganan, Agus menjelaskan, kerja sama tersebut selain sebagai upaya untuk mengembangbiakkan rusa, juga mendukung kegiatan pariwisata.

“Melalui kerja sama ini diharapkan perkembangbiakan rusa akan semakin cepat, dan masyarakat juga bisa menyaksikan binatang ini dengan mudah, cukup datang ke lokasi wisata Cikole,” katanya.

Habibat rusa di Pandeglang berada di Pulau Panaitan dan Pulau Peucang yang masuk dalam kawasan TNUK dengan jumlah populasi mencapai 1.000 ekor.

Perkembangbiakan rusa di habitatnya itu cukup banyak karena tidak ada predator yang memangsa seperti macan tutul. Di Pulau Peucang dan Panaitan hanya ada buaya.

“Kita ingin memindahkan rusa ini ke lokasi lain, agar tidak hanya berkumpul di Pulau Panaitan dan Pulau Peucang saja, dan kerja sama dengan PT CW ini merupakan bagian dari upaya itu,” ujarnya.

Direktur PT WS Mulyadi menjelaskan, penangkaran rusa di lokasi wisata Cikola dimaksudkan agar masyarakat mudah untuk menyaksikan hewan tersebut.

“Kalau sudah ada di Cikole, warga Pandeglang tidak perlu pergi ke Kebun Raya Bogor atau Kebun Binatang Ragunan untuk melihat rusa,” katanya.

Pusat penangkaran tersebut diharapkan bisa menjadi sarana wisata edukasi bagi kalangan pelajar di daerah itu.

Kepala Balitbang dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan Adi Sismianto mengatakan, di beberapa negara maju, rusa sudah dikembangbiakkan seperti ternak biasa sehingga populasinya cukup banyak.

“Bahkan, beberapa negara telah menjadikan daging rusa sebagai komoditas ekspor, di antaranya dikirim ke Indonesia,” katanya.

Menurut dia, teknologi penangkaran rusa sangat mudah dan penangkaran yang dilakukan oleh BTNUK dan PT CW ini diharapkan menjadi cikal bakal pengembangan ternak rusa di Provinsi Banten.

<!–/ halaman berikutnya–>

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: