Susahnya Menghias Cupcake

26 Februari 2010 pukul 05:18 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

KOMPAS.COM/GOLDA NAYA‘);” border=”0″ width=”70″ height=”52″ hspace=”2″>KOMPAS.COM/Golda Naya‘);” border=”0″ width=”70″ height=”52″ hspace=”2″>KOMPAS.COM/Golda Naya‘);” border=”0″ width=”70″ height=”52″ hspace=”2″>KOMPAS.COM/Golda Naya‘);” border=”0″ width=”70″ height=”52″ hspace=”2″>

Salah satu penganan yang disediakan untuk merayakan keberhasilan atau kasih sayang adalah adalah cokelat, taart, ataupun cupcake. Khususnya cupcake, yang mulai populer beberapa tahun belakangan ini, terasa lebih istimewa karena penampilannya yang lebih bisa dimodifikasi sesuai keinginan.

Karena bentuknya yang mungil, manis, dan menggugah selera, banyak perempuan yang ingin belajar membuatnya. Tak terkecuali Kompas Female. Karena itu, ketika Orange Blossom mengundang Kompas Female untuk belajar menghias cupcake, kami pun langsung merasa tertantang. Siapa takut?

Acara menghias cupcake ini merupakan salah satu agenda acara komunitas perempuan di Kelapa Gading ini untuk merayakan hari Valentine. Acara bertajuk “Cooking With Love” yang dihelat di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis (11/2/2010) itu dihadiri para anggota yang rata-rata merupakan ibu rumah tangga, pekerja kantoran, dan pengusaha.

Menurut Anne Marie, ketua Orange Blossom, tujuan mereka mengadakan acara ini adalah untuk memberdayakan perempuan, dan agar senantiasa update dengan hidupnya. “Daripada menghabiskan waktu hanya dengan rutinitas monoton, lebih baik luangkan waktu untuk ikut kegiatan bermanfaat,” tuturnya.

Food stylist yang juga praktisi kuliner, Yeni Ismayani, memandu acara hari itu. Perempuan yang sudah menerbitkan buku resep cupcake ini menyebutkan bahan-bahan yang dibutuhkan, yaitu cetakan cupcake (atau cetakan bolu), i-cing (krim penghias) atau butter cream, meses, butiran gula-gula kecil berwarna-warni, permen berbentuk hati, selai strawberry, dan cokelat pink.

Penasaran dengan para perempuan lain yang begitu bersemangat menghias cupcake-nya, Kompas Female pun mengerahkan segala upaya untuk menguasai cupcake yang saat itu baru berupa kue bolu polos.

”Cupcake itu harus terlihat menarik, dan hiasannya bisa menggoda orang untuk mencicipi,” pesan Yeni.

Setelah bahan-bahan disiapkan, yang harus dilakukan adalah menyiapkan plastik segitiga (piping bag) yang diisi dengan butter cream. Anda bisa memilih butter cream warna apa saja. Namun karena kali ini temanya Valentine, oke lah, kami memilih warna putih dan merah jambu.

Kemudian kami memasang spuit (besi kecil berbentuk kerucut) di ujung plastik segitiga untuk mulai membentuk butter cream. Menghias cupcake, menurut Yeni, intinya harus menutupi seluruh permukaan cupcake dengan butter cream tersebut.

”Ada teknik khusus untuk membuat hiasan cupcake yang baik. Yakni membuat tekanan atau lekukan yang pas, tidak terlalu kuat atau terlalu lemah. Kalau tidak, maka hasilnya akan putus-putus dan tidak rapih,” jelas Yeni.

Kelihatannya memang simpel. Namun ternyata butuh teknik khusus untuk bisa menghasilkan hiasan cupcake yang menarik. Bahkan butuh kreativitas tinggi untuk membentuk butter cream menjadi seperti yang kerap kita lihat di toko-toko yang menjual cupcake. Tidak heran bila harga sepotong cupcake bisa mencapai Rp 25.000. Harga ini rupanya untuk membayar keahlian pembuatnya.

Hasil karya Kompas Female sendiri terlihat sedikit tak beraturan. Namun kami pede saja meneruskan menghias kue bolu ini. Ternyata sama sekali tidak mudah membuat cupcake. Sedikit sirik juga akhirnya melihat perempuan lain yang terkesan begitu serius menghias. Ada yang membuat hiasan berbentuk hati, bunga, boneka, atau yang bertema serbapink.

Yeni memberikan waktu 10 menit untuk membentuk butter cream di atas bolu. Waktu ini dirasa kurang oleh sebagian peserta. Tak jarang ada yang mengulang dan menghapus hiasan kue dengan tisu.

”Aduh, Ibu, kuenya udah nggak steril lagi, deh,” celetuk Yeni saat melihat ulah tersebut.

Menjelang acara berakhir, terpilih tiga orang dengan kreasi cupcake yang paling cantik. Sayang, Kompas Female tak termasuk di dalamnya.

Anda tertarik menghias cupcake? Berikut resep dari Yeni Ismayani.

Love Cup Cake

Bahan: 120 gr mentega, 180 gr gula pasir, 2 butir telur, 340 gr tepung terigu, 1 sdt baking powder. Bila ingin langsung menghias, gunakan kue bolu yang dijual di toko roti.

Hiasan: Butter cream siap pakai beraneka warna, pink chocolate (meses), gula-gula warna-warni, dan permen berbentuk hati atau boneka.

Cara membuat: Siapkan cetakan cupcake, alasi dengan paper cup. Kocok mentega dan gula pasir hingga lembut, kemudian masukkan telur, kocok hingga rata. Masukkan tepung terigu dan baking powder, aduk hingga rata. Masukkan adonan dalam cetakan dan panggang dalam oven selama 30 menit. Dinginkan, kemudian hias dengan butter cream dan hiasan lainnya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: