Trik Berhemat di Dapur

26 Februari 2010 pukul 05:07 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar
Salah satu kiat sederhana dan mudah dalam menyikapi kenaikan harga adalah dengan berhemat. Menghemat pengelaran bisa dilakukan dengan mengubah kebiasaan mubazir. Berhemat bukan berarti pelit. Langkah-langkah sederhana ini bisa membantu atasi pengeluaran berlebih di sektor dapur.

1. Daftar belanja. Dengan membuat daftar, Anda punya panduan saat berbelanja. Ingat, ada perbedaan besar antara yang diinginkan dan dibutuhkan. Fokus pada apa yang dibutuhkan keluarga. Di pasar tradisional, Anda bisa melakukan tawar-menawar harga, sehingga Anda pun akan lebih hemat. Catat semua pengeluaran dan gunakan sebagai rujukan ketika hendak berbelanja di lain waktu. Bawa uang secukupnya saja. Uang lebih bisa jadi godaan untuk membeli yang mubazir.

2. Lemari es. Kulkas adalah salah satu perabot elektronik di rumah yang paling banyak menghabiskan energi. Semakin rendah temperatur (semakin dingin), semakin banyak energi yang diperlukan kulkas untuk proses pendinginan. Aturlah tombol temperatur satu level di atas garis tengah. Mendinginkan air minum dalam lemari es juga bisa menjadi kiat berhemat listrik karena Anda tidak perlu lagi menggunakan dispenser. Terlalu sering membuka dan menutup lemari es juga mengakibatkan pemborosan listrik.

3. Minyak goreng. Rencanakanlah menu keluarga untuk satu minggu ke depan. Misalnya menu hari Minggu ayam goreng, Senin ikan mas, Selasa pecel lele. Semua bahan utama itu bisa digoreng dulu di hari Minggu, setelah itu disimpan di lemari es. Jika ingin menghidangkannya, tinggal beri bumbu tambahan dan goreng dengan sisa minyak tersebut. Hal ini akan membantu mengirit penggunaan minyak goreng hingga 30 persen karena Anda bisa memilah minyak yang masih bersih, agak bersih, dan sudah kotor. Ingat, jangan menggoreng dengan minyak yang sama lebih dari 2 kali. Pemanasan berlebihan akan menimbulkan asam lemak pencetus kanker dalam kandungan minyak.

4. Memasak dengan cara lain. Pilihan lain untuk memasak adalah dengan merebus atau mengukus. Cara ini, selain hemat, juga jauh lebih menyehatkan ketimbang menggoreng.

5. Gas dengan panci tekan (presto). Memasak dengan menggunakan panci presto dapat mengurangi pemakaian gas karena proses pemasakannya yang cepat. Dengan tekanan tinggi, bahan masakan tidak membutuhkan waktu lama di atas api. Faktor penahan uapnya pun membantu mempertahankan kandungan gizi makanan. Memilikinya bisa dikatakan bentuk investasi dapur.

6. Bumbu dapur. Manfaatkan lahan kosong di kebun rumah untuk menanam aneka bumbu dapur. Selain segar dan bebas pestisida, Anda juga bisa menghemat pengeluaran. Kalau butuh, tinggal petik.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: