Es “Aci Aren van Garut”

2 Maret 2010 pukul 05:58 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar
es aci, garutJANGAN lewatkan jajanan khas tanah Priangan ini jika kebetulan lewat, melintas, atau mampir di Kabupaten Garut. Meski warnanya kurang menarik tapi es berbahan dasar saripati pohon aren (biasa disebut aci) ini punya cita rasa yang unik. Bukan hanya rasa manis, tapi juga rasa gurih dari adonan saripati aren sangat terasa. Bukan hanya untuk menggelontor rasa dahaga, tetapi cita rasa manis gurih itu bikin lidah ingin terus mengecapnya. Minum satu gelas bisa jadi kurang.

Jajanan tradisional yang sederhana ini juga diolah dengan campuran buah alpukat, potongan roti tawar, pacar cina, kelapa muda, dan kolang-kaling. Tak lupa ditambah sedikit susu kental manis. Jadi, muncul rasa yang bermacam-macam.

Terkenalnya es goyobod ini, juga jadi bahasan di sejumlah blog penyuka kuliner. Berbagai macam komentar muncul dan yang pasti, minuman ini selalu diburu saat berkunjung ke Garut. “Pokoknya jangan lupa, kalau ke Garut cari dan nikmati, tuh, es goyobod, yang asli dan mak nyus,” ungkap salah seorang blogger penyuka kuliner.

“Kalau ditanya, apa yang khas di Garut, ya ini. Karena, kalau masakan sunda semua kan hampir mirip. Apalagi lalapan dan sambel. Ini masuk ke jenis minuman tradisional, karena awalnya dari Garut. Meski di sejumlah daerah lain, seperti Bandung, Tasikmalaya, dan Ciamis, bahkan Banjar, ada juga yang jual es ini. Tapi, mungkin rasa sudah ada perbedaan sedikit. Karena, ada yang sudah tidak pakai saripati atau aci aren, tetapi diganti tepung kue,” tutur Mang Apin, penjual es goyobod generasi ketiga yang berdagang di Alun-alun Garut, kepada Warta Kota beberapa waktu lalu.

Soal adanya sedikit perubahan cita rasa es goyobod yang ada belakangan ini, bagi Apin hal itu wajar-wajar saja. Orang memang suka berkreasi dengan makanan dan minuman tradisional. Bahkan, lanjut Apin, model adonan es goyobod pun ada yang sudah dicampur berbagai jenis buah, salah satu contohnya yang disajikan di restoran dan hotel.

Tak tergantikan

Untuk tetap mendapatkan cita rasa es goyobod asli Garut, yang harus dipertahankan adalah penggunaan saripati atau aci aren. “Itu yang bikin perbedaan rasa. Gurih dan manisnya adalah paduan dari aci aren, kelapa, dan manis dari gula serta susu,” jelas Apin, yang sudah mempertahankan usaha es goyobod keluarga hampir 30 tahun.

Adonan aci aren ini memang tidak tergantikan. Rasa gurih yang muncul ketika mengunyah aci aren di mulut, terasa halus sebelum kemudian muncul rasa gurih.

Ini berbeda ketika mengunyah adonan tepung kue atau kanji sebagai pengganti aci aren. Menurut Apin, rasa gurih itu tidak sekuat dan sekental aci aren. “Jika ingin merasakan yang asli, aci aren belum tergantikan. Hanya saja, sekarang mungkin agak sulit cari aci aren. Di pasar kampung pun mulai jarang, kalau ada dan mau banyak, pesan dulu,” imbuhnya.

“Bagaimana, ya, namanya rasa, apalagi buat orang yang doyan makan. Susah euy, mau enggak mau kalau rasa orisinil, ya, cari aci aren. Sesuai namanya, goyobod, itu karena sebutan untuk bahan utama, aci aren ini,” ungkap Apin.

Yang Asli, Ya, di Alun-alun Garut

Jangan salah pilih, jika ingin mencoba es goyobod asli Garut, mampir saja ke Alun-alun Garut, dekat tembok penjara. Khusus di lokasi itu, hanya ditemukan satu penjual es goyobod, yaitu Es Goyobod Alun-Alun, milik Apin.

Pedagang es goyobod itu, sampai tiga turunan masih mempertahankan keaslian bahan utama aci aren. Cukup merogoh kocek Rp 3.000, segelas es goyobod bisa dinikmati. “Di Garut ini sudah ada belasan orang yang jualan es goyobod, seperti yang tampak mangkal di seberang RSUD Slamet. Tapi, jangan salah, cuma yang di alun-alun paling mantap, dan masih asli banget rasanya,” ujar Hanif, warga Cipanas, Garut.

Hanya saja, calon pembeli harus sabar jika ingin merasakan es goyobod Apin. Pembelinya banyak. Maka, saat berkesempatan mampir di Garut, Warta Kota terpaksa antre beberapa menit sebelum bisa melepas kangen pada rasa es situ. Kangen yang sudah ditahan selama 14 tahun, akhirnya terbalaskan.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: