Sayang, Dengerin Aku Dong!

3 Maret 2010 pukul 02:15 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar
Sudah berkali-kali Anda mencoba membuat pasangan Anda mendengarkan apa maksud Anda, namun ia tidak pernah ingat apa kata Anda. Mengapa pria sulit mendengarkan wanita? Ada beberapa faktor penyebabnya, entah itu karena suara Anda tak terdengar, tidak mampu menarik perhatiannya, atau hal lain. Coba cek dengan lima langkah berikut:

Suara tak terdengar
Laki-laki tak memiliki pendengaran sebaik wanita. Ini benar, karena hasil penelitian menunjukkan, sejak lahir pria memang memiliki kekurangan dalam pendengaran. Sebuah klinik neonatal meneliti cara menenangkan bayi yang lahir prematur dengan memperdengarkan musik. Tujuannya, agar mereka lebih nyaman, mau makan lebih banyak, dan menambah berat badan. Hasilnya menunjukkan ada perkembangan yang sangat signifikan untuk bayi perempuan, sementara untuk bayi laki-laki tak ada perkembangan yang berarti. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa ternyata bayi laki-laki tak memiliki pendengaran sebaik bayi perempuan.

Perbedaan dalam kemampuan pendengaran ini terus berlanjut selama hidupnya. Hal ini menunjukkan mengapa wanita bisa merasa atasannya, rekan kerja pria, atau suaminya, seakan berteriak ketika berusaha menjelaskan sesuatu. Ini juga menjelaskan mengapa remaja laki-laki senang mendengarkan lagu-lagu kencang. Namun ini bukan berarti Anda bisa berteriak dengan suara melengking untuk bicara dengannya. Yang pasti, Anda harus bisa tegas saat berucap, jangan mengungkapkan isi hati dengan lirih. Perhatikan intonasi, dan ucapkan dengan tertata.

Rebut perhatiannya
Carilah waktu paling tepat untuk bisa mengungkapkan isi pikiran Anda kepada seorang pria. Percuma mencoba bicara hal serius jika ia sedang sibuk menonton saluran sepakbola kesukaannya. Atau coba tarik perhatian bos ketika ia sedang sibuk mengutak-atik Blackberry-nya. Cari waktu paling pas saat ia sedang tidak sibuk dan keadaan hatinya sedang baik-baik saja.

Untuk memastikan perhatiannya tidak terbagi, cobalah untuk memanggil namanya. Pastikan pula bahwa matanya tertuju pada Anda, begitu pula dengan telinganya untuk meyakinkan bahwa Anda mendapatkan perhatiannya. Intinya, dapatkan perhatiannya secara utuh sebelum memulai diskusi.

Intinya
Pria memiliki waktu terbatas untuk memperhatikan sesuatu. Untuk bisa menyampaikan apa maksud Anda, belajarlah untuk bisa mengutarakan maksud Anda dalam waktu 30 detik.

Jika dibutuhkan diskusi lebih lanjut mengenai hal tersebut, setidaknya Anda sudah mengutarakan dampak dan alasannya. Dalam bisnis, wanita yang sulit mengutarakan maksudnya harus mencoba untuk berpikir dengan cepat. Ambil inti-inti pokok, dan gunakan kata-kata efektif untuk mengutarakan pesan Anda. Jika Anda belum bisa merumuskan pokok pesan Anda, mintalah bantuan teman lain untuk membantu Anda. Setelah berhasil menemukan intinya, baru temui pria itu.

Katakan apa yang Anda mau
Jika Anda meminta sesuatu atau merekomendasikan sebuah perubahan, katakan dengan lugas. Usahakan untuk tidak menggunakan kata, “Saya rasa….” atau “Menurut pendapat saya….” jika apa yang ingin Anda sampaikan adalah sebuah pernyataan, bukan permintaan. Jika Anda mengatakan hal-hal yang disebutkan tadi, pria yang Anda ajak berkomunikasi akan menganggapnya sebagai sebuah tawaran, dan segalanya terserah dia.

Kurangi juga penggunaan kata “tapi”. Jika Anda baru saja mengutarakan sebuah pernyataan, kemudian diikuti dengan kata “tapi atau namun”, maka Anda mengurangi maksud dan nilai penting dari poin yang disampaikan sebelum kata tadi.

Setelah selesai bicara, berhentilah
Ketika rampung menyampaikan maksud dan isi pikiran Anda, berhentilah. Jangan memaksakan untuk menanamkan apa yang ada di kepala Anda ke dalam kepalanya. Khususnya ketika orang yang Anda ajak bicara sudah setuju. Adalah hal yang menyebalkan untuk mendengarkan seseorang yang memaksakan pendapatnya kepada kita. Tahan diri Anda supaya tidak melakukan hal ini.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: