Untung-Rugi Bila Anak Jajan di Kantin

3 Maret 2010 pukul 02:06 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar
anak -anakRutinitas menyiapkan bekal makan selingan dan makan siang anak untuk dibawa ke sekolah sepertinya sangat akrab dengan keseharian orangtua. Namun, tak sedikit yang memilih cara praktis dengan membekali anak uang saku untuk makan di kantin. Apakah dari kedua kebiasaan ini ada yang lebih baik?

Mungkin Anda akan mengira bahwa membawa bekal jauh lebih baik, karena Anda dapat mengontrol apa yang dikonsumsi anak. Namun, jajan di kantin pun tak selamanya buruk. “Semuanya baik, tergantung kondisi dan kepentingan masing-masing,” jawab Nirtafitri Trianisa, SPsi, dari Lentera Insan, Depok.

Anda ingin tahu untung-ruginya bila anak jajan di kantin?

Kelebihan:
* Anak belajar bertransaksi, bagaimana membeli sesuatu, menanyakan berapa harganya, memberikan pecahan uang yang sesuai, menghitung kembalian dan sebagainya.

* Anak belajar menentukan pilihan, hari ini mau makan apa, sate sosis dengan mi goreng, dan sebagainya.

* Saat di kantin, anak bisa bertemu dengan banyak orang termasuk anak-anak lain yang tidak sekelas dengannya. Momen itu bisa bermanfaat sebagai ajang sosialisasi.

* Anak mengenal variasi menu yang lebih banyak. Terutama makanan yang tidak setiap hari dijumpainya di meja makan, seperti siomay, bubur ayam, soto, dan sebagainya.

Kekurangan:
* Kebersihan makanan atau tempat makan bisa jadi tidak memenuhi syarat.

* Makanan yang dijual bisa jadi miskin gizi, tinggi garam dan lemak, serta mengadung zat-zat aditif seperti pewarna, pengawet, dan penguat rasa.

* Anak jadi terbiasa jajan yang menumbuhkan perilaku konsumtif.

Tips:
* Lakukan dulu survei ke kantin sekolah sebelum mengizinkan anak jajan di kantin setiap hari. Pastikan kantin sekolah termasuk kantin sehat. Syarat kantin sehat antara lain: makanan, wadah, dan kantinnya sendiri bersih; menu makanannya bervariasi setiap hari dan tidak mengandung zat-zat aditif berbahaya; serta harga makanannya tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah.

* Berikan uang jajan tak lebih dari harga rata-rata seporsi makanan dan minuman di kantin sekolah anak.

(Marfuah Panji Astuti/Tabloid Nakita)

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: